Berita hangat yang saat ini sedang berkembang di Indonesia, kembali tentang Nazaruddin. Memang, kasus tersebut saat ini terlihat redup dan tidak "se-tenar" pemberitaan waktu awal-awal. Apakah karena mungkin disibuk-kan dengan puasa..? :) Melihat karena pemberitaan tersebut saat ini sedang kembali ramai, saya ingin mencoba memberikan sedikit informasi yang mudah-mudahan bermanfaat bagi para pengunjung.
Banyak kabar yang tersiar di media Televisi, internet maupun media cetak yang membicarakan tentang tertangkapnya orang yang di duga merugikan keuangan negara, yaitu Muhammad Nazaruddin, yang sebelum ditangkap menjabat sebagai Bendahara Umum partai berkuasa saat ini, Partai Demokrat. M Nazarrudin di tangkap di Columbia oleh team dari Mabes Polri.
Awalnya banyak pihak masih belum percaya atas tertangkapnya pelaku tindak pidana Korupsi ini. Namun seperti apa yang disampaikan Irjen Pol. Anton Bachrul Alam yang mengatakan bahwa saat ini yang menjadi patokan pihak kepolisian adalah sidik jari yang dimiliki orang tersebut. Anton Bachrul Alam menambahkan, walaupun identitas yang digunakan Nazaruddin telah mengalami perubahan, tapi sidik jari yang dimiliki sama dengan sidik jari yang dimiliki M Nazaruddin. Nazaruddin di tangkap saat bersama dengan keluarganya di Columbia. Menyikapi tertangkapnya M Nazaruddin, Susilo Bambang Yudhoyono pun kembali angkat bicara. SBY menyarankan kepada Menkumham agar Keselamatan M Nazaruddin dapat dijaga. (Kaya anak emas aja dikhawatirin segala... >_< )
Semoga memang orang yang tertangkap tersebut benar-benar Nazaruddin, orang yang selama ini dicari karena perbuatannya yang di duga telah merugikan Negara. Agar semua masyarakat bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di balik "Pementasan" perpolitikan Negeri ini. Jika memang Nazaruddin mau berani membeberkan kebenaran dengan menunjukkan bukti-bukti, saya yakin masyarakat tidak akan tinggal diam untuk membantu Nazaruddin.
Semoga Muhammad Nazaruddin, bisa dengan berani membongkar segala bentuk perbuatan yang merugikan Negeri ini. Dan semoga hal ini tidak lagi termasuk skenario-skenario yang menguntungkan bagi sebagian orang atau kelompok saja.


0 comments:
Posting Komentar