Setelah M Nazaruddin tertangkap di Kolumbia pada 7 Agustus 2011, saya rasa cukup wajar apabila memang keselamatan M Nazaruddin terancap. Tertangkapnya M Nazaruddin, bukan berarti masalah pengungkan kasus korupsi ini terselesaikan, karena ada masalah lain yang memang harus juga diperhatikan, yaitu keselamatan M Nazaruddin dan juga keluarganya. Mengingat, M Nazaruddin menyebutkan banyak elit-elit politik yang terlibat kasus korupsi Wisma Atlet di Palembang. Banyak pihak yang mengharapkan dengan tertangkapnya M Nazaruddin di Cartagena, Kolumbia, bisa menjadi langkah awal terungkapnya semua pihak yang terlibat kasus korupsi.
Selain itu, beberapa tokoh justru mengkhawatirkan keselamatan M Nazaruddinyang telah mengungkap boroknya banyak elit Partai Demokrat. Salah satu ungkapan kehkawatiran ini diungkapkan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din syamsuddin dan Ketua Komite Etik KPK, Abdullah Hehamahua. Abdullah mengatakan bahwa bagaimana apabila nantinya M Nazaruddin di-Munir-kan..? Karena di Indinesia ini apa yang tidak bisa...?
Seperti yang kita ketahui bahwa pada tanggal 7 September 2004 Munir meninggal di pesawat Garuda Jakarta-Amsterdam yang transit di Singapura. Menurut informasi bahwa Munir meninggal karena mengkonsumsi racun Arsenik dalam perjalanannya menuju Belanda untuk melanjutkan studi masternya di bidang hukum.
Kehkawatiran M Nazaruddin akan dibunuh, tentunya tanpa adanya alasan. Karena sebelum ditangkapnya M Nazaruddin, ia sempat mengungkapkan pernah mendapatkan ancaman pembunuhan karena telah mengungkap kasus korupsi yang menyeret beberapa elit Partai Demokrat. "Saya diancam (dibunuh). Supaya saya tidak buka data tentang (korupsi) Anugrah dan Menpora," jawab Nazar saat dikonfirmasi detik+ pada 6 Juli 2011 lalu. (DetikNews.com). Jika hal tersebut memang terjadi, maka sepertinya ini akan kembali menjadi skandal Nasional, dan seharusnya sudah bisa di prediksikan siapa pelaku pembunahan Nazaruddin jika nanti memang terjadi. (Mudah-mudahan saja jangan sampai terjadi, Karena jika memang M Nazaruddin mengungkap semuanya, saya rasa ini salah satu Jihad yang sebenarnya.)
Selain itupun, M Nazaruddin sempat berani mengancam Susilo Bambang Yudhoyono yang juga adala ketua Dewan Pembina Partai Demokrat sekaligus orang nomer satu di Indonesia ini, terkait keterlibatan Edhi Baskoro. Partai Demokrat merupakan partai yang kadernya paling banyak disebutkan oleh M Nazaruddin terkait keterlibatan dalam kasus korupsi, lalu apakah Partai Demokrat akan menghabisi M Nazaruddin terkait "nyanyian" nya..?
Wakil Ketua Umum PD Max Sopacua pun mengakui bahwa sangat wajar apabila dari kubu Partai Demokrat akan merasa gelisah, terutama orang-orang yang telah disebutkan oleh M Nazaruddin terkait keterlibatannya dalam kasus korupsi ini. Ungkapan senadapun disebutkan oleh Ketua DPR dan juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat,Marzuki Alie. Kegelisahan tidak hanya akan dirasakan oleh orang-orang yang disebutkan Nazarudiin telah terlibat, tetapi kader-kader Demokrat Lainpun akan merasa gelisah, karena takut ikut terseret-seret atas pengungkapan kasus Korupsi oleh M Nazaruddin.
Menyikapi segala kemungkinan-kemungkinan yang sudah terwacana tersebut, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto menyarankan agar keselamatan M Nazaruddin dijaga seketat-ketatnya.
Semoga, kemungkinan-kemungkinan adanya skenario tersebut hanyalah sebuah wacana yang tidak akan pernah terjadi. Saya rasa, bukan hanya keselamatan M Nazaruddin lah yang harus dijaga seketat ketatnya, tetapi juga keluarga M Nazaruddin harus mendapatkan penjagaan ketat atas keselematannya. Kalau benar akan melakukan tekanan, tentunya tidak hanya melalui M Nazaruddin langsung. Tetapi juga tekanan bisa melalui keluarganya, yang tentunya akan mempengaruhi psikologis M Nazaruddin, yang nantinya juga akan mempengaruhi proses penyelidikan KPK.
Wallahu'alam bishowab, semoga Allah selalu melindungi M Nazaruddin jika memang benar dia akan mengungkap semua kebenaran. M Nazaruddin, Maju terus.......


0 comments:
Posting Komentar