Berlanjut dari tulisan sebelumnya DISNI, ada beberapa hal yang sepertinya perlu untuk dibagikan. Walaupun memang ini adalah sebuah cerita dari penulis, semoga bisa menjadi sedikit referensi bagi siapapun yang memang mau dan telah menjadi seorang aktifis.
Ditahun kedua, dari sekian banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang sempat mampir di tahun-tahun sebelumnya, pertanyaan-pertanyaan tersebutpun masih tetap menghantuiku di tahun-tahun selanjutnya. Namun yang membedakannya mungkin hanya jawaban dari semua yang sempat menjadi sebuah pertanyaan. Di tahun pertama, pertanyaan tersebut terasa "gelap". Tidak ditemukan beberapa gambaran sedikitpun tentang jawaban dari semua pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Sampai akhirnya, di tahun ini kucoba untuk mencari jawaban-jawaban tersebut di luar "lingkaran". Lari dan keluar untuk mencari sebuah jawaban, saya rasa tidak ada yang salah. Terlepas apakah teman-teman dalam satu lingkaran tersebut menganggap negatif ataupun tidak, hal itu tidak pernah di hiraukan. Karena saat itu yang ada di dalam fikiranku hanyalah mencari sebuah jawaban. Mencari, mencari dan terus mencari....
Di dalam masa pencarianku, tidak lantas mendapatkan kemudahan. Di dalam perjalanan, sering kali menemukan beberapa "pertigaan" dan tidak jarang mendapatkan kesesatan. Terjerumus ke dunia dimana mungkin tidak pernah di harapkan. Terombang ambing, jatuh dan bangun sering di alami. Namun hal itu tidak menyurutkanku untuk terus mencari. Justru itu hal yang membuatku begitu memiliki semangat yang lebih kuat lagi untuk terus mencari. Karena saat itu ku berfikir, orang lainpun pasti pernah mengalami hal seperti ini.
Pertanyaan yang selalu datang ketika masa pencarianku adalah "rasa lelah dan lapar selalu dirasakan, tapi kenapa orang yang mengaku aktifis justru terlihat betah berada di dalamnya?".
Sampai di titik kebuntuan, disaat itupun ku ingin mencoba dan terus mencoba untuk keluar dari pertanyaan besar yang selalu ada di dalam kepala ini. Lari dan meninggalkan segala pertanyaan-pertanyaan yang membingungkan tersebut. Namun semakin ku lari, ku semakin memikirkannya. Tetapi sempat segala pertanyaan itupun hilang disaat benar-benar bosan dan kelelahan. Berlari dan terus berlari tanpa memikirkan kembali semuanya.
Lupa, sempat lupa dan sempat hanyut di dalam keadaan yang sangat meng-enakan. Namun di suatu ketika, orang-orang yang secara alamiah membantu saya untuk melupakan semua kepenatan, satu persatu hilang dan meninggalkanku kembali dalam kesendirian. Hanya sepi dan rasa putus asa yang selalu ada.
Akhirnya kuputuskan untuk mengambil kembali semua pertanyaan-pertanyaan memusingkan yang sempat ku buang. Malah justru dari sanalah ku kembali menemukan ghiroh yang sempat hilang. Ghiroh untuk berjuang hanya mencari sebuah jawaban.
Sampai di satu waktu, ku menyimpulkan bahwa mungkin karena dengan rasa lelah dan rasa lapar lah yang bisa menyatukan dan membuat orang lain itu betah. Apakah mungkin karena dengan rasa lelah dan rasa laparlah orang-orang bisa bersatu..?
Aku masih belum puas dengan jawaban yang ku temukan tersebut, karena ku yakin ada hal yang tersembunyi di balik itu semua. Pencarian pun masih terus ku lakukan......
(Bersambung)



0 comments:
Posting Komentar